coba nulis….

IKRAR…

Ikrar tetap terlihat begitu gagah dengan segala kompleksitas hidupnya. Sekarang dia menjadi sering tersenyum, begitu manis. Apa yang ada dalam benaknya tidak pernah lagi dia ungkapkan padaku, ya padaku. Sapaan-sapaan itu hilang..mungkin itu lebih baik untukku, kembali seperti dulu.

Tapi apakah ikrar tetap abangku ? abang yang selalu peduli kepada adiknya apa pun yang terjadi. Abang yang mengaku kalau dia cemburu jika aku memiliki abang yang lain selain dia. Ah…cuma kata…

Dan disini, aku akan tetap menjadi adiknya, tetap mengharapkan sapaanya, elusannya di kepalaku dan semua cerita-ceritanya, apa pun itu. Aku akan mencoba tidak akan meringis lagi, aku akan selalu tersenyum, menyemangatinya, menanyakan kabarnya dan semua hal yang membuat dia akan tetap tersenyum, termasuk kehilangan dan menghilangkan semua rasa. Ya,,demi senyumnya dan segala kebahagiaannya.

Tapi, apakah disana Ikrar, abangku, benar-benar memperoleh kebahagiaanya ????

teruntuk…kakak perempuanku dari pengalamannya lah aku dapat mengerti bagaimana cinta dapat mengalahkan segalanya…..

Leave a Reply